">Cara Distribusi Film Ke Bioskop - INDO DCP - Your Cinema Solution
Cara Distribusi Film Ke Bioskop

Cara Distribusi Film Ke Bioskop

Dutulis oleh : GANDHI FERNANDO
original link : https://www.facebook.com/notes/gandhi-fernando/cara-distribusi-film-ke-bioskop/583353215184702/

Jungkir balik distribusi film bioskop

Elo produser yang baru bikin 1 film dan belum tau seluk beluk distribusi film ke bioskop? Ini ada beberapa gambaran besar distribusi ke bioskop nasional seperti apa. Gue nggak bisa terlalu detail yang blog ini karena topiknya agak sedikit sensitif.TIDAK ADA BAYAR MEMBAYAR BIOSKOP atau SOGOK MENYOGOK! Banyak produser baru yang sering dikibulin orang yang bilang kalo mau tayangin film di bioskop harus bayar sekian jumlah uang. Itu BOHONG! Seluruh bioskop di tanah air kita tidak bekerja dengan sistem pungut biaya seperti itu. Melainkan penjualan tiket di bioskop di bagi 50/50 setelah pemotongan pajak 10%.

Semua PH itu sama pembagiannya (as far as I know). Kemarin sempet ada temen mau bikin film dan ada yang ngasih informasi salah ke dia, ”Katanya temen gue, harus bayar sekian puluh juta dan potongannya 20/80 yah?”. Waduh! Kagak bro. Loe dikibulin tuh. Juga tidak ada yang namanya harus nyogok exhibitor supaya bisa dapet tanggal cepet atau filmnya diduluin dari film yang lain. Jadi setelah kita udah clear kalo loe jangan sampe dikibulin orang dan supaya elo nggak malu saat sogokan elo ditolak.

Hal yang loe harus lakuin pertama adalah siapin Trailer dan Surat Pengajuan Request Tanggal yang ditujukan untuk bioskop 21 Cineplex. Ke siapanya gue agak ragu untuk sebut nama di blog tanpa ijin. Tapi elo telpon aja ke kantor XXI, tanya bagian programming/pengajuan film Indonesia ke siapa. Nanti pasti disambungkan ke extension asisten beliau dan dari situ elo bisa atur jadwal untuk meeting ketemu mereka dan mengajukan film elo.

Setelah elo udah ngajuin tanggal dan meeting sama mereka, ya udah elo selesain aja post-production film elo. Setelah udah 1-2 bulan nunggu, ya mulai deh loe kejar mereka untuk minta tanggal yang elo mau. Kalo elo produser film pertama, engga usah minta tanggal pas Natal dan Lebaran. Percuma elo ngomong ampe berbusa, karena kalo PH elo belom bisa ngebuktiin elo bisa dapetin ratusan ribu atau jutaan penonton, mereka nggak akan mau ambil resiko naruh film elo di tanggal prima. “Kok gitu?! Engga fair dong! Ini kan karya anak bangsa!”. Yah fair aja sih, business is business. Bangun dan mengoperasikan bioskop kan mahal banget, jadi mereka harus taruh film yang PHnya udah pasti-pasti aja bikin film box office (dan itu pun belum tentu juga bisa box office jadi mereka tetep ambil risk).

Kontrak dengan bioskop

Setelah berbulan-bulan (bahkan bertahun-tahun) ngejar sih pihak programming untuk dapetin tanggal tayang, akhirnya sih mbak asisten programmer akan nelpon elo untuk konfirmasi tanggal penayangan. Loe kirim berkas-berkas yang mereka butuhkan untuk mereka siapin kontrak kerja sama. Saat nunggu konfirmasi tanggal penayangan yang lama banget, loe nggak perlu wara wiri ke orang-orang di industri perfilman yang ujung-ujungnya cuma akan ngomporin elo untuk berantem sama pihak exhibitor dan bikin elo terlihat cemen di depan produser-produser senior. Karena SEMUA PH melalui proses yang sama. Budayakan antri coy! Ada ratusan film yang ngantri mau tayang juga. Anak sabar disayang Tuhan.

Sementara nunggu kontrak (yang biasanya 1-2 hari juga langsung dikirim), elo bisa ngelakuin banyak hal. Yang pertama adalah kontak programmer di CGV Blitz, Cinemaxx dan Platinum bilang kalo elo udah confirm dari XXI tanggal penayangan elo tanggal berapa. Mereka pasti akan langsung note kok di jadwal mereka. Lalu kedua adalah lulusin poster elo di Lembaga Sensor Film (LSF) dulu disusul nyetak poster dengan cap tanda tangan ketua sensor yang sedang menjabat di periode itu. Logo tanda tangan LSF nggak usah gede-gede.

Cukup kecil tapi nggak menggangu esensi posternya sendiri. Setelah itu cetak 400-500 poster buat 21, 100 poster buat bioskop Blitz, Cinemaxx, Platinum, dan Independent. Kontak bagian distribusi di 21 cineplex (yang nomornya akan dikasih mbak asisten programmer) dan bilang elo dari perusahaan ini itu mau nganter poster untuk penayangan film elo ditanggal segini segitu. Lalu anter lah poster itu kesana. Dia bakal nanya, expedisinya mau pake siapa? Ya loe nanya aja baiknya ke siapa. Gue sih udah ada yang biasa gue pake, tapi gue nggak bisa sebut karena nggak obyektif.

Poster yang elo anter itu akan di distribusikan sama mereka ke lokasi-lokasi yang biasa menayangkan film-film Indonesia. Nggak usah marah-marah kalo elo pengen poster elo di taruh di bioskop kayak Emporium Pluit atau Taman Anggrek yang jarang banget nayangin film Indonesia kecuali film elo udah pasti box office (kayak The Raid atau AADC) karena sebelum loe bisa rilis film yang booming, percuma kalo ribut-ribut. You have to earn your spot.Tanda tangan kontrak kerja sama selesai. Tugas elo masih banyak banget. Tapi gue nggak akan ngebahas promosi film secara detail, karena itu a whole other story. Di blog ini cuma basically ngebahas elo distribusi ke bioskop doang. Ini list garis besarnya:

  • Make sure seluruh bioskop udah naruh poster film elo atau belom. Kalo belum tegor halus aja ke pusat atau manager di bioskop itu. “Kok poster saya belum di pasang?”. Itu sah-sah aja sih untuk negor (halus), soalnya gue pernah poster gue nggak di pajang di salah satu bioskop di Jogja dan Bekasi sampe 3 hari sebelum penayangan di bioskop. Jadi elo harus make sure sendiri dan ada tim yang ngebantu elo disitu.
  • Minta surat untuk masukin roll up banner beserta list bioskop yang loe ajukan untuk roll up banner elo. Biasanya dari 40-100 layar untuk masukin roll up, semua tergantung filmnya juga. Tapi biaya ini agak mahal dan bikin elo pusing sendiri. Jadi baiknya ada orang yang memang ngurusin atau budgetnya elo alokasikan ke promo digital aja. Just an opinion.
  • Kontak perusahaan yang bikin master dan copy DCP (Digital Cinema Package) film elo.
  • Setelah DCP jadi, jangan lupa elo tes di bioskop. Nonton film elo di bioskop dengan DCP itu. Either di setup sama perusahaan DCP mastering jadwal preview-nya atau elo setup sendiri ke XXI.
  • Make sure film elo dikirim ke LSF setelah DCP masternya sudah jadi untuk mereka review. Loe kalo mau ribet dan murah urus LSF sendiri tapi kalo nggak mau ribet dengan politik di LSF, yah elo hire aja orang lain untuk ngurusin begituan.
  • Kirim trailer ke asisten programming untuk trailer elo ditaruh sebulan sebelum penayangan. Kalo bioskop non-21 loe kirim copy DCP trailer ke bioskop-bioskop tersebut.
  • Kirim sinopsis, poster dan info filmnya ke bagian website bioskop-bioskop biar dimasukin ke bagian coming soon. Please… jangan kirim sinopsis yang panjang dan isi cerita 1 filmnya di kasih tau. Nggak bakal ada yang baca, trust me. Bikin sinopsis cukup 1 paragraf atau 4-5 kalimat aja. Direct dan simpel.
  • Kirim sinopsis, poster, info film dan beberapa still shot ke bagian publikasi What’s New on XXI? Sebuah rubrik yang dibikin oleh Cinema XXI untuk di bagikan setiap bulannya. Semua promosi ini gratis dari pihak bioskop! Unless loe taruh poster di bagian belakang, itu bayar.
  • Kirim trailer elo ke bagian yang naruh trailer di LCD bioskop-bioskop.
  • Loe juga punya opsi untuk sebar flyers ke beberapa bioskop yang akan mereka taruh di meja loket pembelian. Menurut gue ini nggak terlalu efektif sih, buang-buang kertas dan bakal banyak ke buang. Kasihan pohon-pohon kita yang di tebang mulu. Kalo loe mau ngambil opsi ini, loe jangan lupa minta surat ijinnya dulu. Baru distribusi via expedisi yang sudah kerja sama dengan exhibitor.

Film elo udah lulus sensor. Oke selamat. Loe anter DCP film elo balik ke perusahaan mastering. Jangan lupa kasih copy Surat Tanda Lulus Sensor film elo ke Mbak Programming bioskop, bagian distribusi copy DCP dan ke perusahaan yang bikin copy DCP elo. Setelah itu janjian sama expedisi yang akan nyebarin copy DCP elo supaya buruan dikirim. Jangan nunggu last minute karena ada beberapa kota yang jauh banget jaraknya, nanti DCP elo telat dan bisa nggak jadi tayang atau theater tersebut tutup karena nungguin DCP elo.

Sebelum loe kirim copy DCP elo, elo harus punya list bioskop yang akan menayangkan film elo dulu. Nah, list bioskop ini lah yang loe akan bertransaksi dan negosiasi dengan pihak programming di masing-masing exhibitor. Kalo loe produser baru, jangan halu dan minta ratusan layar karena itu nggak bakal dikasih. Nggak perlu berantem dengan programmer kalo loe nggak dapet layar yang elo mau. Karena pasti alesannya banyak, either film-film yang lagi main di bioskop loe minta lagi laku banget atau karena film elo menurut penilaian mereka nggak bakal jalan di bioskop tersebut.

Contohnya, kalo elo bikin film horor dan elo minta di taruh di Plaza Indonesia, kemungkinan film elo nggak akan jalan. Atau elo bikin film religi dan elo minta di taruh di Baywalk Pluit. Yah… mikir aja sendiri bakal jalan apa enggak filmnya. Toh kalo ternyata film elo banyak penonton, PASTI di kasih layar tambahan. Gue sering banget ketemu produser baru yang sering marah-marah dan bilang mereka dapet total 100 layar seluruh bioskop terus masih komplain kurang. Mereka nggak tau, film Tuyul gue aja nggak sampai segitu dan jumlah penonton lebih banyak dari mereka yang layarnya lebih banyak. Jadi elo sebagai produser harus mikir juga di posisi exhibitor. Jangan mau menang sendiri.

Kalo misalkan elo mau layar yang kemungkinan nggak di kasih atau lagi penuh filmnya, elo bisa aja negosiasi dengan pihak programming, kenapa film elo harus tayang disana. Elo kasih data-data yang valid kenapa film tersebut bakal laku di market itu. Tapi yah itu semua negosiasi elo dengan pihak programming dan harus kasih tau ‘kenapa-nya’.

Mungkin nggak film elo ditolak untuk diedarkan ke bioskop? Mungkin banget. Banyak kok temen-temen produser yang bikin film busuk, terus ditolak sama exhibitor dan marah-marah disusul pake embel-embel ‘karya anak bangsa’ tidak diijinkan tayang. Woy! Sadar diri, jangan bikin film busuk. Film busuk apa? Yah kalo elo waras, pasti elo bisa menyensor sendiri lah mana film yang bagus (atau layak) dan mana film yang nggak layak tayang di bioskop. Film bagus tuh nggak harus selalu mahal kok.

XXI ngantrinya panjang dan lama, bisa nggak tayang di CGV Blitz, Cinemaxx atau Platinum aja? Bisa. Sah-sah aja. Tapi elo siap nggak film elo hanya tayang di 10-20 total layar bioskop non-XXI itu? Karena pihak programming tetep akan memilih bioskop mana yang menurut mereka film elo akan jalan, bukan berarti elo akan dapet seluruh layar mereka meskipun elo ‘exclusive’ tayang hanya di bioskop mereka.Sekian gambaran distribusi film ke bioskop. Pastinya banyak point yang kelewatan karena kalo mau detail, sekolah film yang bersertifikat aja. Tapi kalo ada pertanyaan, silahkan nanya di comment section di bawah. Pasti gue jawab. Thank you! Sekian blog #SekolahFilmOnline hari ini.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
Open chat
1
Chat with me
Hello, ada yang bisa kami bantu?
Powered by